Terjebak di Hutan Larangan

Post a Comment
Aswadi adalah seorang pria lajang berumur 19th, ia tinggal di desa terpencil di kaki gunung dan bercita - cita ingin menjadi orang kaya raya. Setelah pembagian ijazah nanti ia berencana akan merantau ke Jakarta untuk mencari peruntungan.

Ilustrasi Image by Free-Photos from Pixabay
Sore ini aswadi ingin menemui temen dekatnya, mungkin boleh dikatakan pacarnya. Namun ibunya menyuruhnya untuk memberikan uang kepada seseorang di luar desa, jaraknya lumayan jauh, bisa memakan waktu 3 jam perjalanan kaki, "di desa tersebut hanya ada beberapa orang saja yang
memiliki kendaraan bermotor, karena kondisi ekonomi yang sulit". Aswadi pun berangkat dengan tergesa - gesa, agar bisa pulang sebelum sore, aswadi berjalan menyusuri pematang sawah dan di sampingnya sebuah sungai. Sebentar lagi asawadi sampai di tujuan tinggal melewati jembatan dan melewati 3 rumah lagi. Setelah sampai di jembatan aswadi menyebrang perlahan - lahan, kaki aswadi terpeleset dan jatuh, ia berenang ketepi dan bersandar di batu, sambil menghela napas dan menenangkan diri. Katika akan meninggalkan sungai "blak" air besar menghantam tubuh aswadi, ia terseret arus tubuhnya keluar masuk air sungai, kemuadian ia pun pingsan. Perlahan aswadi membuka mata dan melihat di sekeliling penuh dengan pohon-pohon besar yang penuh lumut dan akar - akar tergantung sampai menyentuh tanah. Aswadi berjalan mencari jalan pulang, "tolong - tolong" teriak aswadi, tapi tak ada satu orangpun yang menyahut, aswadi terus berjalan tak tentu arah, sampai lah ia pada sebuah rumah megah seperti istana "baru tahu di hutan ada rumah semegah ini", ucap aswadi dalam hati, aswadi pun merasa lega karena ia melihat sebuah rumah dan akan menanyakan jalan pulang pada penghuni rumah tersebut, aswadi menghampiri rumah tersebut, mengetuk dan memenggilnya, namun tidak ada jawaban, "aaahhhh" teriak aswadi, terkejut karena tiba - tiba ada orang menyentuh pundaknya, "cari siapa kak" tanya seorang gadis, "ternyata disini ada gadis cantik juga" ungkap aswasi dalam hati, "saya mau tanya jalan pulang", tanya aswadi, kemudian si gadis menjelaskan jalan pulang kepada aswadi, "ayo masuk dulu kak" ajak si gadis, "tidak de saya buru - buru" jawab aswadi, karena aswadi di rayu dan sedikit memaksa ahirnya aswadi pun ikut dengan gadis itu ke dalam, didalam dia disuguhi berbagai hidangan yang lezat - lezat, Aswadipun menyantapnya dengan lahap, tiba - tiba si gadis bertanya "apakah kamu mau jadi orang kaya?", aswadi tesentak kaget "ya tentu dong" jawab asawadi, "kalau begitu kamu harus menikahi saya" ucap si gadis, aswadi mulai curiga dengan pertanyaan si gadis, aswadi tidak menjawab dia terus saja makan, kemudian ia teringat akan pesan orang tuanya. Aswadipun kemudian menghentikan makannya, kemudian ia melakukan apa yang dipesankan orang tuanya, tiba - tiba semuanya berubah menjadi gelap dan rumah yang seperti istana hilang sekejap, kemudian si gadis berubah wujud menjadi nenek tua yang menakutkan, aswadi lari sekencang - kencangnya, si nenek tua mengejarnya, namun tiba tiba aswadi hilang kesadaran, aswadi bangun sambil terkejut, dan nafasnya memburu, ternyata dia sudah di rumahnya dan sudah di kelilingi banyak orang, aswadi bertanya - tanya heran kenapa banyak orang, "kamu ditemukan pingsan di pinggir sugai dekat hutan larangan", ungkap ibunya, aswadi heran dan bingung dengan kejadian yang di alaminya, antara nyata dan mimpi.

Setelah beberapa minggu kemudian, aswadi mendapatkan ijazahnya, ia pun berangkat ke Jakarta untuk menggapai mimpinya, pacarnya memberikannya sepucuk surat dan isi surat nya " sayang bla bla", aswadi pun tidur dalam bis. sampai ketemu di Jakarta.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email