Disangka Kain Putih Ternyata Kuntilanak

Post a Comment
Ini terjadi sekitar Tahun 2010, mereka Arif dan Wawan (nama samaran) pergi ke Pangandaran menemui teman lamanya. 

Pada saat itu mereka pergi ke pangandaran untuk menemui temannya di pangandaran atau lebih tepatnya di Pager Gunung. Biasanya Hamka (nama samaran) tinggal di Bandung namun ia sedang menemui orang tuanya di pangandaran. Hamka menelpon Arif dan Wawan untuk main sekalian mengajak mereka berenang di Pantai Pangandaran. Atas ajakan itu maka Arif dan Wawan berangkat


ke Pangandaran menggunakan sepeda motor matic.  Setelah bertemu dengan Hamka dan telah puas berenang di Pantai, mereka berdua pulang dari Pangandaran sekitar jam 5 sore. Perjalanan Pangandaran - Rajadesa kurang lebih 3 jam, pada saat pulang yang membawa motor Arif, sesampainya di pertigaan Cisaga yang arah menuju Ciamis dan Rancah, Arif menghentikan motornya dan menanyakan "Wan, kita jalan ke Rancah Atau ke Ciamis?", Wawan menjawab "lewat Rancah aja, lewat Ciamis kejauhan", Arif kemudian turun dari motornya "kita istirahat dulu", ucap Arif, setelah dirasa cukup istirahatnya, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan, saat sedang melewati perkebunan Wawan mengeluarkan musik box dari sakunya, dan memutarkan sebuah lagu dangdut, wawanpun sedikit menggoyang - goyangkan badannya, "diem jangan goyang - goyang nanti jatuh", ucap Arif ke Wawan, "hiburan Rif, santai aja jangan kenceng - kenceng bawa motornya" jawab wawan, saat masuk turunan lampu motor mengarah pada sebuah pohon dan terlihat sebuah kain putih yang cukup besar, sekitar 5 meter, kemudian terbang entah kemana, Arif diem saja dan pura - pura tidak melihat apa - apa, "gaaaasssss, aya kuntiiii" Wawan berteriak ketakutan, "gas burukeun gaasss, tukeran aing nu mawa motor", Wawan ngomel - ngomel, sambil merengek seperti akan menangis, "ini sudah full ga bisa di gas lagi" jawab Arif, "itu kuntilanak na nuturkeun di luhureun, gas burukeun" ungkap Wawan, "Hiber Kuntilanakna?" Jawab  Arif sambil bertanya, "he'eh", balas Wawan, "kuduna ulah ngalieuk katukang" balas arif, "he'eh sugan teh moal nuturkeun, ges ulah rea omong, fokus kana motor bisi labuh" balas Wawan kembali. Wawan memegang erat Arif dan memejamkan matanya, sampai di Rancah Arif membelokan motornya ke mushola pom bensin, Wawan langsung turun sambil tengok kiri kanan, kemudian merebahkan badannya dan tangannya memegang muka, napasnya ngos - ngosan seperti habis lari. Mereka ketakutan, takut akan terus di ikutin kuntilanak sampe rumah. Setelah agak tenang mereka berdua melanjutkan perjalanan pulang. Ahirnya mereka sampe rumah masing - masing dengan selamat.

Sumber : Toing (Rajadesa)


Related Posts

Post a Comment

Follow by Email