Mahluk Halus Penunggu Tempat Keramat

1 comment
Pada sekitar tahun 80an ada seorang yang bernama Adis orangnya sedikit nyeleneh dan suka hal - hal yang berbau mistik.

Adis bersama teman - temannya suka mencari kayu bakar ke kebun dari ranting atau batang pohon yang sudah kering, waktu itu ketika ia sendiri sedang mencari kayu bakar Adis bertemu dengan seseorang yang bernama Ardi yang menceritakan tentang jelangkung, Adis pun jadi tertarik dan ingin melihatnya langsung.

Setelah bertemu Ardi, Adis sering main ke rumah Ardi karena penasaran dengan jelangkung. Ardi dan Adis pun sering memainkan permainan ini, lama - lama Adis bisa memaminkan jaelangkung sendiri.

Pagi buta Adis dan teman - temannya berangkat ke sebuah kebun dekat dengan tempat keramat, kemudian mereka mencari kayu bakar di sekitar tempat keramat tersebut, mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah berada di tempat keramat. Merekapun mengumpulkan kayu - kayu bakar dari tempat keramat tersebut, "Gak apa - apa ngambil kayu bakar dari tempat keramat?", tanya salah satu temannya, "sudah terlanjur, sudah cape - cape kita kumpulin", balas Adis, kemudian mereka membawa pulang kayu - kayu tersebut.

Sehabis isya teman - teman Adis datang kerumah nya, meraka pun ngobrol hingga sekitar jam 9 malam. Adis teringat dengan permainan jelangkung, kemudian Adis mengajak teman temannya untuk bermain jelangkung. Semua temannya setuju untuk bermain jaelangkung.

Adispun membawa jelangkung dari kamarnya, kemudian mereka berkumpul duduk melingkar sambil semuanya memegang jelangkung dan di bawahnya tersedia papan tulis, Adis pun mulai melapalkan mantra - mantra, "jelangkung - jelangkung....", jelangkung mulai bergerak - gerak, suasana menjadi hening seketika dan raut - raut wajah tegang dan takut mulai tampak dari teman - teman Adis, "siapa nama kamu?" Tanya Adis, jelangkung kemudian bergerak - kerak makin keras kemudian jelangkung mengarah pada papan tulus dan menuliskan sebuah kalimat "kembalikan barang saya", meraka kaget dengan tulisan tersebut, "siapa kamu", tanya Adis kembali, tetapi jelangkung makin bergoyang - goyang makin keras dan terlempar ke dingding, mereka semua kaget dan makin takut. Namun Adis berusaha menenangkan kawan - kawannya, "tenang semua sudah beres" ungkap Adis, "bener udah beres ga akan terjadi apa - apa?", tanya salah satu teman Adis, "tenang saja semua aman", jawab Adis, "kalo begitu saya pulang saja" kata salah satu temannya, sambil pergi pulang dan yang lainnya pun ikut pulang. 

Ke esokan harinya seperti biasa mereka bersama - sama mencari kayu bakar, "aku semalam di suruh mengembalikan barang yang diambil dari tempat keramat" ungkap salah satu kawannya, kemudian meraka semua kaget karena mereka bermimpi yang sama, merekapun bersama - sama memikirkan apa yang telah di ambil dari tempat keramat, dan salah satu kawannya berkata "apa mungkin kayu bakar?", Adis teringat akan pesan kakeknya "jangan sekali - kali kamu berani apapun dari tempat keramat itu" pesan si kakek,"apa iya gara - gara kita menggambil kayu dari tempat keramat?", ucap Adis, Adispun menceritakan pesan kakeknya pada teman - temannya, tiba - tiba taman - temannya berhamburan pulang dan membawa kembali kayu yang mereka bawa dari tempat keramat dan mengembalikannya, begitu juga Adis. Merekapun kembali melanjutkan mencari kayu bakar mereka sekarang merasa lega karena telah menggembalikan kayu bakar dari tempat keramat.

Seminggu setelah kejadian itu semua baik - baik saja namun ada satu temannya yang bernama Rudi sakit, Adis dan teman - temannya pergi kerumah Rudi untuk menjeguk, setelah sampai di rumah Rudi, Rudi sedang tidur pulas, kepalanya di kompres pakai kain lap, "sejak kapan Rudi sakit?", tanya Adis ke Ibunya, "kemarin sore", Jawab Ibunya, kemudian mereka duduk dekat Rudi, setelah beberapa lama Rudi terbangun, kemudian Rudi memanggil Adis untuk mendekat dan Rudi berbisik, "aku di di hantui dan di minta menggembalikan barangnya", bisik Rudi, "mengantui gimana?", tanya Adis kaget, "sering di datengin sosok kakek - kakek yang berambut putih janggot putih, kadang - kadang, pocong, kuntilanak, dan sebaginya", terang Rudi, "itu dilihat secara langsung apa mimpi", tanya Adis kembali, "nampak di hadapan mata", tegas Rudi, "sejak Kapan?"tanya Adis kembali, "sejak dari waktu kita mengembalikan kayu bakar, setiap malam aku di datangi mahluk halus", terang Rudi, kemudian Adis memberi tahu teman - temannya apa yang di bisikin Rudi, mereka semua kaget mendengar cerita Rudi. Mereka bingung dan bertanya - tanya kenapa Rudi di hantui, "apakah kayu bakarnya sudah di bakar oleh ibunya untuk memasak?", pikir Adis. Merekapun pamit pulang dan pulang kerumah masing - masing.

Sore hari Adis pergi menemui Ardi dan menceritakan kejadian yang di alami dirinya dan teman - temannya. Setelah mendengar cerita Adis, Ardi mengajak Adis menemui gurunya, namun Adis menolak karena lokasinya jauh berada di luar desa. 

Beberapa hari kemudian Rudi sembuh namun sekarang yang sakit salah satu temannya yang bernama Kohar, mereka bersama - sama menjenguk Kohar di rumahnya, kemudian Kohar bercerita bahwa dirinya di datangi mahluk halus setiap malam, sama persis seperti Rudi, Adis dan teman - temannya heran dan takut akan mendapat giliran di hantui.

Setelah pulang dari rumah Kohar, Adis dan teman - temannya berencana nginap di rumah Adis, namun Rudi tidak ikut karena ia merasa sudah aman dari mahluk halus. 

Malampun menjelang semua teman - teman Adis sudah berkumpul di rumah Adis, hingga fajar tiba mereka tidak tidur, namun tidak ada mahluk halus yang datang. Setelah sholat subuh bersama mereka pulang kerumah masing - masing.

Malam berikutnya pun mereka tidur di rumah Adis sampai seminggu lamanya mereka tidur di rumah Adis, namun tidak ada mahluk halus, ahirnya mereka memutuskan untuk kembali tidur di rumah masing - masing.

Kohar dikabarkan telah sembuh dan sudah tidak di datangi lagi mahluk halus. Kini mereka semua merasa lega dan tenang karena mahluk halus sudah tidak lagi menggagu mereka.

Pada malam sabtu sekitar jam 10 malam, Adis ketika hendak tidur saat akan mendekati kasur, "toktoktok, Adis", seketika Adis loncat ke kasur dan duduk di pojokan, "suara dari mana?", ucap Adis dalam hati. "Adis ini aku Rudi", "oh kirain siapa, bikin takut orang saja", balas Adis, "tolong buka jendelanya", kemudian Adis membuka jendela, dilihatnya Rudi ngos ngosan sambil memegang dadanya dan dia lirik kiri kanan, seperti orang di kerjar hantu, Rudipun langsung masuk lewat jendela, dan ia langsung menutup pintu jendela "tolong aku, aku di kejar - kejar mahluk halus dari tempat keramat", ucap Rudi, Adis kaget, karena Adis berpikir mahluk halus itu tidak akan datang lagi. Adis dan Rudi tidak tidur sampe pagi. Saat Rudi datang semua teman - temannya datang dan menceritakan bahwa mahluk halus itu datang lagi, kini semua temannya Adis di datangi. Tinggal Adis saja yang tidak di datangi. Semua teman - teman Adis heran karena hanya Adis saja yang tidak di datangi mahluk halus tempat keramat.

Saat menjelang sore temen - temen Adis semuanya berkumpul di lapangan Bola Volly kecuali Adis, karena Adis tidak di datangi mahluk halus, mereka merencanakan akan nginep di rumah Kohar. 

Saat malam Adis pergi ke rumah Rudi, saat sampe di rumah Rudi, ibunya mengatakan Rudi menginap di rumah Kohar, "kenapa Rudi tidak ajak - ajak?", ucap Adis dalam hati. Adispun kembali pulang, dalam perjalanan ia bertemu dengan kuncen tempat keramat, kemudian Adis mengajaknya ngobrol dan menceritakan semua kejadian yang di alami teman - temannya, namun hanya dirinya yang tidak di datangi mahluk halus. "Sepertinya di antara kalian ada yang menyimpan barang pusaka", Balas kucen, "bisa bantu kami ki?", tanya Adis kembali, "saya hanya bisa membantu segitu, kembalikan saja benda pusakanya", balas kuncen. Kemudian kuncen pulang meninggalkan Adis sendiri. Adispun pulang kerumah dan bertanya - tanya, benda pusaka apa? Dan siapa yang menyimpannya? Ucap Adis dalam hati. Setelah sampai rumah, Adis membuka kamar dilihatnya sosok kakek - kakek yang pernah di ceritakan teman - temannya, "mungkin sekarang giliranku", ucap Adis dalam hati, namun Adis berusaha untuk tenang dan akan menghadapi nya, "kakek ada apa kesini?", tanya Adis, namun tiba - tiba Adis pandangannya menjadi gelap dan kesadaran nya pun hilang (pingsan). "Adis Adis bangun" ibu Adis membangunkan nya, "kenapa kamu tidur terus?", ucap ibu Adis, Adis Pun Bangun, sambil mengucek - ngucuk matanya dengan kepala tertunduk, "kenapa kamu tidur di lantai", tanya ibunya, Adis teringat semalam ia ketemu kakek - kakek namun tiba - tiba kesadarnnya hilang, "ini jam berapa bu", "ini jam 2 siang", balas ibunya, Adis melirik ke arah jam namun ia terkejut, karena di sekelilingnya banyak mahluk halus "hantuuuu", teriak Adis, "mana hantu?", tanya si ibu sambil memeluk, "itu ibu, banyak hantu di sini", ucap Adis, "mana hantu di sini tidak ada apa - apa", balasnya, "emang ibu tidak melihat hantu?" Tanya Adis ke ibunya "tidak ada hantu di sini kamu mungkin belum sadar dari tidurmu", balas ibunya lagi, kemudian ibunya mengajak Adis ke ruang keluarga dan menyuruhnya minum air putih. Namun Adis heran kenapa hanya dirinya yang hanya dapat melihat mahluk halus. Adis menjadi takut karena banyak mahluk halus sekelilingnya, Adispun pergi kerumah temannya Odi, namun mahluk halus ini terus mengikutinya, dalam perjalanpun banyak di temui mahluk halus, "owh mungkin ini yang di rasakan teman - teman waktu di datangi mahluk halus tempat keramat" ucapnya dalam hati. Sesampainya di rumah Odi, kemudian Adis menanyakan seperti apa ketika di datangi mahluk halus, namun dari apa yang diceritakan Odi berbeda dengan yang di alaminya, Adispun menemui Rudi, iapun menyakan pertanyaan sama, namun jawaban Rudi sama seperti Odi, mereka hanya sesekali melihat mahluk halus. Tidak terus menerus seperti yang di alaminya. Adispun pulang kerumah, dengan mahluk halus di sekelilingnya. Adis jadi teringat dengan pusaka yang di ceritakan kuncen, dan ia sekarang bingung dengan penglihatannya. 

Singkat cerita Adis jadi bisa melihat mahluk halus dan teman - temannya sudak tidak ada lagi gangguan. Namun pusaka yang diceritakan kuncen masih misteri.

Related Posts

1 comment

Post a Comment

Follow by Email