Pergi ke Gunung Pemujaan

Post a Comment
Hari itu cuaca sangat panas, ade berteduh di bawah pohon sambil membersihkan mukanya dari keringat, mulutnya menyeringai lalu minum air putih dari botol plastik bekas air mineral. setelah beristirahat adepun melanjutkan pekerjaannya. Setelah bekerja ade pulang kerumah dan membaringkan tubuhnya di kursi depan rumahnya. Samar - samar terdengar langkah kaki, kemudian ade membuka matanya kearah suara, dilihatnya ketiga kawannya. Ade bangkit dari tidurnya kemudian mempersilahkan kawan - kawannya duduk, merekapun berbincang - bincang. Setelah
beberapa lama salah satu kawannya menanyakan "apa kamu mau ikut ke gunung pemujaan?", ade menghela nafas dan kemudian menjawab "saya pikir - pikir dulu",ke tiga kawannya membujuk, ahirnya ade pun mau ikut. "Mereka bertiga dapat info dari paranormal dan di suruh menemui ki gedek", meraka pun sepakat akan pergi ke gunung pemujaan minggu depan. 

Seminggu kemudian, mereka berangkat menggunakan bis umum, sesampainya di terminal pemberhentian terahir, ada yang menghampiri mereka, lalu berkata orang tersebut "saya di suruh ki gedek untuk menjemput kalian", mereka kaget dan sekaligus kagum kenapa ki gedek sudah tahu kedatangan mereka, "pada waktu itu belum ada handphone", sesampainya di rumah ki gedek, tanpa basa basi ki gedek mengatakan dan bertanya, "jika kalian ingin harta, kalian ada syarat yang harus di jalankan, apa kalian siap?" mereka pun menjawab "siap". Kemudian mereka di suruh untuk berpusa, namun setiap orang medapatkan jatah puasa yang berbeda - beda, ada yang 2 hari dan yang paling lama 9 hari, yaitu ade yang paling lama harus berpuasa, karena merasa tidak adil, ade bertanya, "kenapa saya yang paling lama?", ki gedek pun menjawab sambil membentak "kamu ikuti saja apa yang saya perintahkan, atau kamu pulang saja", ahirnya ade pasrah saja dan mengikuti apa yang di perintahkan ki gedek. 

Hari pertama puasa mereka semua lulus, hari kedua mereka semua lulus, namun ada salah satu temannya yang gagal di hari terahir puasa karena ia mendapatkan jatah 5 hari puasa. Sekarang mereka tinggal bertiga dan ketiganya lulus, ujian kedua mereka harus bertapa sehari semalam di depan air terjun. Mereka semuanya lulus, sekarang ujian terahir mereka harus bertapa dan membawa sesajen di sebuah goa di gunung pemujaan. Mereka tiba di goa sekitar jam 17.30 WIB, dan ternyata di depan mulut goa ada penjaga yang menyambut mereka, kemudian penjaga tersebut memeriksa kelengkapan sesajen, si penjaga goa memberikan syarat ketika bertapa tidak boleh ada yang membuka mata sampai pada waktu yang di perintahkan, kemudian penjaga membawa mereka masuk dan mengarahkan mereka, mereka duduk sejajar dan sesajen di simpan di hadapan mereka, kemudian penjaga menyuruh mereka memejamkan mata, mereka semua memejamkan mata, dan si penjagapun keluar meninggalkan mereka bertiga. Entah berapa lama mereka memejamkan mata namun ade penasaran kenapa tidak boleh membuka mata, adepun memberanikan diri membuka mata, "biasa saja seperti pertama datang" ukap ade dalam hati, sambil melihat sekeliling dan kedua kawannya yang sedang menjalankan tapanya", setelah beberapa saat ada hewan menghampiri sesajen yang meraka bawa kemudian hewan tersebut memakan sesajen tersebut sampai habis, hewan tersebut meraka meninggalkan sesuatu di nampan sesajen tersebut, beberapa saat kemudian penjaga dan ki gedek datang, menyuruh mereka makan, namun ade tidak mau memakannya karena tahu apa makanan itu, kedua temannya makan dengan lahap. Kemudian ki gedek menghampiri, kemudian dia menyuruh ade untuk pulang serta memberikan 2 batang rokok, dan mengatakan "jika kamu ingin melihat manusia seperti apa, hisaplah rokok ini di keramaian", ade pun pulang meninggalkan kedua temannya, dan temannya yang gagal pertama sudah pulang duluan. 

Ini hanya cerita fiktif, mohon maaf jika ada kesamaan nama tempat dan lokasi, semuanya tidak di sengaja ataupun di rencanakan.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email