Pertama kali Bertemu Pocong

Post a Comment
Cerita Pocong Desa Dayeuhluhur Ciamis, Cerita Horor Dayeuhluhur Ciamis, Cerita Horor Ciamis

Selesai pulang sekolah saya melihat sebuah makam umum sedang di gali yang katanya akan di pindahkan ke makam umum lainnya karena di sana akan di bangun sekolah. Makam tersebut biasa
dilewati setiap hari ketika akan ke sekolah dan pergi mengaji. Setelah sampai rumah saya gati baju sekolah, makan dan istirahat sebentar, untuk menenangkan otak yang tegang sehabis berpikir seharian. Setelah beberapa saat beristirahat, saya pergi ke makam yang sedang di gali tadi, terlihat banyak tengkorak, saya mulai merasa takut dan jantungpun tiba - tiba berdetak kencang, "tenang - tenang" ungkap dalam hati, tiba - tiba dari arah kanan ada yang memanggil dia menujukan ada jenazah yang kain kafannya masih utuh. Orang - orang pun menjadi heran kenapa kain kafannya masih utuh tidak di makan rayap? Hari sudah hampir menjelang maghrib semua pemidahan makam sudah selesai semua, saya pulang kerumah untuk membersihkan diri dan pergi mengaji.

Beberapa minggu kemudian makam tersebut mulai di bangun, terlihat para tukang sedang sibuk bekerja, ada yang menggali tanah, mengaduk dll. Sekitar 5 bulan bangunanpun rampung dan jadilah sebuah sekolah. Dari halaman rumah saya bisa melihat bangunan tersebut, karena emang jaraknya dekat dengan rumah.

Seperti biasa setiap malam saya selalu pergi mengaji setelah maghrib dan pulang sekitar jam 20.00 WIB. malam itu setelah selesai mengaji pulang memutar tidak melewati sekolahaan yang dulunya bekas makam, sesampainya di pekarang rumah, tidak sengaja melirik arah sekolah, terlihat ada bayangan putih, saya perhatikan baik - baik, itu apa ya? Tanya dalam hati, bulu pudak pun berdiri, merinding dan keringat dingin mulai bercucuran, tiba - tiba tubuh, tangan dan kaki tidak bisa bergerak, kaku seperti patung, bayangan putih tersebut mulai bergerak kearah kanan dan mendekat kemudian berhenti, berjalan lagi ke arah kiri dan berhenti lagi, saya perhatikan baik - baik dan saya yakin itu adalah pocong, "kok jalannya tidak loncat - loncat ternyata melayang" ungkap dalam hati, saya jadi panik namun tidak dapat bergerak dan berusaha memanggil nenek, namun mulut tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun, si pocong berjalan lagi ke arah kanan dan semakin mendekat, saya berdoa dan membaca ayat - ayat quran sebisanya, kaki dan tangan mulai bisa di gerakan tapi si pocong terus bergerak mendekati dan sesekali berhenti, saya gerakan kaki perlahan sedikit demi sedikit, saking beratnya menggerakkan kaki dan tangan, terpaksa merangkak untuk sampai ke depan pintu, saya pasrah dan tidak berani lagi melihat kearah si pocong, terus saja merangkak sekuat tenaga dan ahirnya sampai juga depan pintu rumah, dengan susah payah membuka pintu, setelah pintu terbuka, kaki, tangan dan mulutpun normal kembali, saya tutup pintu rapat - rapat dan menguncinya, nenek menghampiri dan bertanya "kenapa kamu kayak melihat hantu saja?" Iya saya habis melihat pocong, nenek membalas mungkin halusinasi saja, ya sudahlah kalau tidak percaya, ungkap dalam hati. Saya ambil minum dan duduk di kursi sambil nonton tv sekalian menengkan diri dari rasa takut. Sebenarnya ingin buang air namun masih takut jadi diam saja dulu, tiba - tiba kaca rumah ada yang mengetuk, saya kaget bukan kepalang, hampir saja loncat dari kursi, nenek menghampiri dan membuka gorden dia menujukan itu hanya suara dari ekor cicak yang di gerak - gerakan. Saya jadi tersenyum sendiri ini akibat terlalu takut atas kejadian tadi rasa rakutnya belum hilang. Saya paksakan pergi ke wc sekalian bersih - bersih. Lalu bersiap untuk tidur. Lampu kamar dimatikan dan selamat malam! 

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email