Temanku Arwah Penasaran

Post a Comment
Diceritan bahwa di sebuah sekolah menengah di salah satu kota, terdapat satu bangku kosong di pojok kelas yang tak pernah di isi oleh siapapun, pihak sekolah sengaja mengosongkan bangku tersebut karena jika di isi maka yang mengisi bangku tersebut akan kena musibah bahkan akan mengalami kematian yang tragis. 
Waktu itu ada salah satu murid yang bernama sandi, ia menantang kawan - kawannya untuk duduk di bangku tersebut, jika ada yang berani maka ia akan mentraktirnya makan, namun tak ada seorangpun yang berani menerima tangtangan tersebut, kemudian ada salah satu murid yang menantang balik sandi dan menyuruhnya duduk di situ sampai jam pelajaran sekolah maka akan di kasih hadiah berupa uang. Sandi pun menerima tangtangan tersebut. Jam pelajaranpun di mulai, jam pelajaran pertama adalah matematika, ketika guru itu masuk dan melihat sandi duduk di bangku itu, ia sedikit kaget dan menyuruhnya pindah, namun sandi menjawab "jangan percaya tahayul bu", mendengar jawaban sandi seperti itu guru pun membalas "ibu sudah memperingatkan kamu ya san", pelajaranpun berlanjut sampai selesai, setiap guru yang masuk selalu memperingatkan sandi dan menyarankan nya pindah dari bangu tersebut. Jam sekolahpun berahir dan tidak terjadi apa - apa, kemudian sandi pun menagih hadiah dari kawannya. Sandipun pulang kerumah dengan hati gembira.

Malam pun tiba, setelah makan malam sandi masuk kamarnya dan membuka kembali pelajaran yang di ajarkan di sekolah tadi siang. Setelah selesai belajar ia merasa mengantuk, kemudian ia berjalan ke arah stop kontak lampu, ia mematikan lampu, saat berbalik ia melihat bayangan seorang wanita di balik jendela, iapun berjalan dan membuka jendela, ternyata ga ada siapa - siapa, ia pun menutup kembali jendela, dan saat berbalik ada seorang wanita di hadapannya, jatungnya seakan berhenti berdetak, karena kaget dan takut, seketika itu pula wanita itu hilang dari pandangannya, sandipun berlari sambil berteriak "ayah, ibu, ayah, ibu" teriaknya, kedua orang tua nya pun bangun karena teriakan sandi, "ada apa teriak malam - malam", tanya ibu nya, "ada hantu bu, yah", balas sandi, namun kedua orang tuanya tidak percaya kepada sandi dan mereka kembali tidur, kemudian sandi menyalakan semua lampu di semua ruangan di rumahnya, dan iapun duduk di ruang keluarga sambil nonton tv, sandi terus saja lirik kiri dan kanan karena ia merasa takut wanita itu muncul lagi. Tiba - tiba sandi mendengar jeritan ia pun loncat kebelakang kursi, kemudian ia mengintip dari balik kursi, dan dilihat sekeliling ia tidak melihat apa - apa, kemudian terdengar jeritan lagi, sandi kaget dan dilihatnya tv, seorang wanita sedang menjerit di kejar - kejar penjahat, "ternyata itu suara tv", sandi pun kembali duduk di kursi dan melanjutkan nonton tv dan memindakan saluran tvnya, ke acara ke agamaan. Jam sudah menunjukan pukul 23.30 WIB, namun tak ada rasa kantuk sedikitpun, sandipun membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya, ia berusaha untuk tidur. Dan sekitar jam 01.00 ahirnya ia tidur, kemudian ia bermimpi bertemu seorang wanita dan meminta tolong.

Sandipun bangun sambil berteriak "aaahhhh", ibunya menyiramnya dengan segelas air, "kenapa di siram air," tanya sandi, "di bangunin dari pagi ga bangun-bangun, sekarang dah jam 7, kamu mau sekolah ngga?" Sandi pun langsung berdiri dan bersiap - siap berangkat sekolah, ia berangakat jam 7.30 dan sampai sekolah jam 8.00, tiba di sekolah gerbang sudah di tutup, kemudian ia meminta satpam dan membuka pintu, kemudian dia menghadap guru budi  pekerti (BP), karena di sekolah tersebut jika terlambat harus mengahadap ke guru bp, sebagai pertanggung jawaban atas keterlambatannya, setelah selesai dengan guru bp iapun di beri surat dari bp, sebagai syarat bisa ikut kelas pelajaran awal, karena sandi telat 1jam. Sandipun belajar seperti biasa. Pada jam istirahat, teman - temannya menanyakan kenapa datang terlambat dan mukanya begitu sangat pucat, kemudian ia meminjam cermin kepada teman wanitanya, kemudian ia melihat wajahnya di cermin terlihat wajahnya dan seorang wanita di sebelahnaya, sandi lihat ke sebelahnya namun tak ada siapa - siapa, jantung sandipun makin berdekup kencang karena takut, ia perhatikan wanita itu dari cermin namun sandi tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas. "Bluk" cermin tertutup dan di ambil pemiliknya "lama banget" ucap kawannya sambil berjalan. Sandipun kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran.

Setelah sampai di rumah, sandi duduk di halaman rumah sambil mendengarkan musik kesukaanya, ia mulai kepikiran dengan wanita yang muncul di hadapnya secara tiba - tiba. Ia bertanya - tanya dalam hatinya "apakah wanita itu arwah dari peunggu bangku kosong atau kah dari mana?", "Jika ia aku harus gimana", sandi merasa bersalah dan takut setelah apa yang di lakukannya. Ia ingin bercerita kepada teman - temannya namun ia takut di tertawakan dan di buly. 

Keesokan harinya sandi datang lebih awal ke sekolahan, ia sampai di sekolah jam 06.00 dan ia kemudian masuk ke dalam kelas, kemudian mendekati bangku kosong, dengan perasaan takut dan was - was sandi kemudian berlutut di hadapan bangku tersebut dan meminta maaf "maaf kan saya atas kelakuan saya waktu itu" ucap sandy kepada bangku kosong "saya maafkan" terdengar suara jawaban yang entah darimana asalnya, sandi kaget dan langsung berlari keluar menghampiri satpam dan ikut duduk di pos satpam. "Siapa tadi yang menjawab ya" ungkapnya dalam hati, "kenapa kamu lari - lari" tanya satpam, :saya sedang olah raga pagi pak" jawab sandi. Setelah beberapa lama siswa-siswi dan guru mulai berdatangan satu - persatu. Sekolahpun berjalan seperti biasa. 

Setelah pulang sekolah sandi pergi ke rumah temannya, dalam perjalanan ia mampir ke sebuah warung, "permisi, permisi bu" namun tak ada yang menjawab, sandipun duduk di depan warung, setelah beberapa lama terdengar ada suara di warung, kemudian ia bangkit, sandi diam dan seakan jantungnya akan copon, iapun lari menjauh, "ternyata wanita yang itu lagi", ungkap andi dalam hati, ia berhenti di depan pohon sambil bersandar. Ia melirik kiri kanan dan sekitarnya, namun tiba - tiba kakinya merasa dingin, dilihat kakinya, ada tangan yang sedang menggengam kakinya, sandi loncat kemudian berlari sambil teriak - teriak, ia pin berhenti karena sudah tidak kuat lagi berlari, dadanya terasa mau pecah dan matanya berkunang - kunang, jder wanita itupun nampak di hadapannya, sandi pun ahirnya pasrah karna tidak sanggup lagi berlari, "mau kamu apa?" Tanya sandi sama wanita itu, "aku mau berteman denganmu" balas wanita itu, "kenapa kamu mau berteman dengan saya, cari saja teman yang lain", tanya sandi kembali, "karena kamu orang baik dan jujur", jawab si wanita, sandi merasa sedikit lega, namun dia tetap saja takut, karena wanita itu adalah arwah, "kamu mau jadi temanku", tanya si wanita, "cari saja teman yang lain, jangan ganggu aku", jawab sandi, "kalau begitu saya akan mengkitu mu terus", ancam si wanita, sandipun berpikir sejenak, dan rasa takutnya mulai menghilang, "ya, baiklah kita berteman, nama kamu siapa, dan sebenarnya kamu apa?, jawab sandi sambil bertanya, "nama saya anita, saya penunggu bangku kosong", jawab wanita tersebut, sekejap mata wanita itupun menghilang, sadi ahirnya lega karena wanita itu sudah pergi, kemudian sandi pulang "namanya anita, dan dia arwah penasaran penunggu bangku kosong", ungkapnya dalam hati, sambil berjalan pulang.

Keesokan harinya ia pergi ke sekolah, sesampainya di gerbang sekolang anita si arwah penasaran sudah menunggunya, "dari kapan kamu di sini" tanya sandi, "aku dari jam 5 subuh" jawab satpam, "saya tidak bicara sama bapak, saya bicara sama anita", balas sandi, "anita siapa? Ga ada siapa - siapa disini", balas satpam, "itu anita di belakang bapak", jawab sandi, "ah kamu sudah ga waras, disini ga ada siapa - siapa", jawab satpam, "hanya kamu yang bisa lihat saya saja", ucap anita, ahirnya sandi mengerti, bahwa arwah anita hanya dia saja yang dapat melihatnya. Ahirnya sandi masuk kelas anita sudah duduk di bangku kosong, sandi pura - pura tidak melihat dan belajar seperti biasa hingga pulang sekolah.

Perteman mereka pun berjalan sudah hampir 3 bulan, kemanapun sandi pergi di situlah anita  berada. Hingga suatu waktu anita si arwah penasaran menceritakan tentang kematiannya, "saya sebenarnya tidak mati bunuh diri saya di racun, saya ingin tahu siapa yang tega meracun saya", ungkap anita, "terus saya harus gimana?", tanya sandi, "kamu cari tahu", balas anita, "saya harus mulai dari mana?", tanya sandi kembali, kemudian anita memberitahu sandi, tentang dirinya, dari mulai ibunya, pacarnya, teman - temannya dan lain sebagainya, semuanya di beritahukan kepada sandi. Setelah mendapat biodata anita, sandi mulai menyusun rencana, ia akan mulai mencari tahu dari penjaga sekolah, namun penjaga sekolah yang pada waktu anita sekolah sudah pensiun. Sandi harus mencari alamat penjaga tersebut. 

Ketika sedang jam istirahat, sandi datang ke ruang guru dan menanyakan alamat pak sugimin "sugimin adalah penjaga sekolah pada masa anita sekolah", setelah mendapat alamat sugimin, ternyata sugimin berada di kampunya, dan harus di tempuh sekitar 12 jam naik kendaraan umum. Sandi merencanakan akan pergi ke kampunya sugimin pada saat liburan sekolah.

Libur sekolah pun tiba, ia dan anita si arwah, pergi ke kampung halaman sugimin, sesampainya di kampung sugimin, sandi menanyakan alamat  kesana kemari, baru ketemu setalah 1 jam kemudian. Sesampainya di rumah sugimin, pak sugiminnya sedang duduk di halaman rumah, ia hidup sebatang kara istrinya sudah meninggal dunia, dan anaknya semua merantau. "Benar ini rumah bapa sugimin" tanya sandi kepada orang di depan rumah, "ia betul, saya sendiri sugimin" jawab si bapak, "ada perlu apa", tanya sugimin, "saya mau menanyakan kejadian waktu anita meninggal", sugimin terlihat sangat kaget, "sudah jangan di bahas lagi kejadian yang telah berlalu", jawab sugimin, "kenapa pak?", tanya sandi kembali, "itu kejadian yang sangat mengerikan dan memalukan bagi sekolah", balas sugimin, anita sangat marah ketika mendengar jawaban sugimin yang mengatakan sangat memalukan, karena mengganggap dirinya betul - betul bunuh diri. Namun sandi menyuruhnya jangan bertindak. Kemudian perbincangan sandi dan sugimin berlanjut. Karena bertele - tele dan terus menghina anita, ahirnya anita menampakan diri, kepada sugimin, dan sugimin langsung bersujud dan meminta maaf bahwa dia bukan pelakunya, dia hanya di suruh membuat isu bahwa anita bunuh diri, karena sugimin orang pertama yang menemulan anita meninggal, "trus siapa yang menyuruh kamu?", tanya anita, "mardaki" jawab sugimin, setelah mendapat jawaban dari sugimin, sandi dan anita pulang meninggalkan sugimin, dan ke esokan harinya sugimin di kabarkan mati bunuh diri. "Apakah kamu membunuh sugimin" tanya sandi ke anita, "tidak, saya hanya menakutinya saja tapi ia loncat kejurang", jawab anita, sandi menjadi marah dan menyesal menuruti permintaan anita, "sekarang kita tidak usah berteman lagi", ucap sandi, anitapun langsung menghilang di hadapannya.

Setalah beberapa hari, mardaki pun dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri, sandi menyesal marah kepada anita, dan tidak dapat mencegah anita, kemudian sandi mengambil inisiatif menemui mantan pacar anita dan menceritakan semua kejadian yang menimpa sugimin, awalnya mantan pacarnya anita ga mau cerita apa - apa sebelum di ceritakan anita menakuti sugimin sampai lompat kejurang. "Dari hasil otoupsi sepertinya anita di aniyaya, dan di lamungnya terdapat racun" terang mantan pacar anita, namun rumor beredar anita bunuh diri terangnya lagi, sandi hanya berharap bisa ketemu lagi dengan anita lagi.

Setelah kejadian mardaki meninggal karena bunuh diri, sandi tidak pernah ketemu lagi dengan anita si arwah penasaran. 







Related Posts

Post a Comment

Follow by Email