Wanita Penghuni Hutan Angker dan Selendangnya #part2

Post a Comment
Setelah sekian lama tinggal di kampung halaman Yunita teringat kembali dengan hutan yang telah ia tinggalkan. " tok tok, sampurasun" terdengar suara seseorang memanggil dari luar, Yunita bangkit dari duduknya dan membuka pintu, "ayo berangkat bu" ucap bu Oyoh, Yunita baru ingat semalam ada janji akan pergi ke pasar bersama, "sebentar bu saya siap - siap dulu" balas Yunita. "Maaf menunggu lama" ucap Yunita dan merekapun langsung berangkat menggunakan kendaraan umum. Sesampainya di pasar Yunita heran karena ia melihat manusia berkepala hewan, sebenarnya dia ingin sekali menggungkapkan apa yang di lihatnya kepada bu Oyoh, namun ia takut nanti disangka gila.


Selesai belanja ia mampir kesebuah tempat makan, namun ia melihat pemiliknya berkepala hewan, "ayo bu kita cari tempat lain", ucap Yunita ke bu Oyoh, "ini enak makanan nya bu" balas Bu Oyoh, "saya punya tempat langganan yang enak bu", balas Yunita, ahirnya yunita berhasil meyakinkan bu Oyoh untuk mencari makan di tempat lain. Selesai makan merekapun pulang kerumah masing - masing, Yunita bingung ada apa dengan dirinya karena melihat manusia berkepala hewan. Dia ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya. Sampai ia terlintas dalam pikirannya "apa mungkin akibat lama di hutan". 

Malam pun tiba, ia bersiap untuk pergi kepengajian, jalan kepengajian lumayan cukup jauh, sekitar 30 menit. Dalam perjalan ia bertemu dengan pak rt sedang menggendong anaknya, "mau kemana pak malam - malam menggendong anak" tanya Yunita, tetapi pak rt nya tidak menjawab ia terus berjalan, seperti ketakutan, Yunita heran dengan anak yang di gendong pak rt, tidak seperti manusia pada umumnya. Setengah perjalanan ada seorang wanita yang sedang duduk di dahan pohon, dengan rambut panjang yang terurai menyentuh tanah, Yunita sebetulnya takut namun diam saja dan melewatinya, dan juga orang - orang sudah mengatakan bahwa di tempat tersebut ada penunggunya. Sesampainya di tempat pengajian Yunita berkata pada temannya dan menyakan "pak rt sudah punya anak berapa?" Belum punya anak bu, balasnya, "itu tadi anak siapa ya yang di gendong pak rt?", tanya Yunita kembali, "katanya bu, pak rt punya Tuyul" balas temannya, Yunita kaget "apakah yang di lihatnya itu tuyul?" Ungkap Yunita dalam hati. Pengajianpun di mulai dan semua masuk ke dalam.
Selesai pengajian Yunita pulang kerumah, ia semakin bingung dengan apa yang dilihatnya di pohon dan yang di gendong pak rt. Karena bingung dan tidak tahu harus berbicara kepada siapa, Yunita memutuskan untuk pergi lagi kehutan dan mencari goa yang terahir ia datangi. Karena sekarang sudah malam ia pun memutuskan berangkat besok pagi.

Setelah sholat subuh kemudian bersiap mengemas barang dan segala kebutuhannya, setelah selesai ia mendatangi rumah Sutarman, ia berpesan kepada sutarman dan istrinya, bahwa ia akan pergi keluar daerah untuk beberapa hari dan meminta istrinya untuk menggantikannya di acara arisan, berikut menitipkan uang arisan dan kuci rumah agar merawat rumahnya agar tidak kotor.

Perjalanan ke hutan butuh waktu sekitar 12 jam dan naik kebukit ke tempat ia tinggal membutuhkan waktu sekitar 10 jam jadi perjalan hampir sehari semalam. Yunita sampai lebih cepat dari biasanya, hanya butuh waktu 12jam saja sampai tujuan. Yang membuat lama adalah dari rumah ke kaki gunung karena harus menggunakan kendaraan umum. Dari kaki gunung ke tempat ia tinggal hanya sekejap mata. Yunita sebetulnya kaget kenapa tiba - tiba bisa sampai di tempat tujuan. Hanya dengan memejamkan mata dan membayangkan saja bisa sampai tujuan. Sesampainya di tujuan ia mengingat arah yang dia ambil pada malam itu, setelah ia ingat arahnya, ia pun bejalan menyusuri jalan yang telah ia lewati malam itu, sampailah ia pada goa tersebut. Karena waktu sudah mau gelap jadi dia memutuskan untuk tidur saja di goa tersebut. Yunitapun masuk tetapi ia kaget ternyata ada seorang kakek yang sedang duduk bersila, "kenapa kamu datang lagi kesini?" Tanya si kakek, dengan gelagapan yunita menjawab "aaaada yyyang mau ditanyakan kek?", namun tiba - tiba si kakek menghilang, jantung Yunita hampir saja mau copot karena kaget. Bukannya dapat jawaban Yunita malah ketakutan dengan kejadian tersebut. Kemudian duduk dan bersandar di dinding goa, sambil menarik napas dalam - dalam, kemudian dia pejamkan mata, dia teringat rumahnya, kemudian buka mata dan ia telah kembali kerumahnya. Dia bingung dan sedikit mengerti dia bisa berpidah dengan memejamkan mata. 

Menjelang adzan shubuh Yunita terbangun ia bersiap - siap untuk menjalankan sholat subuh. Selesai sholat kemudian ai kedapur untuk memasak, setelah selesai ia masuk kedalam, Yunita menjerit, dan lelaki itupun kaget melihat Yunita, ternyata Sutarman, "sudah pulang lagi bu?" Tanya sutarman, "iya tidak jadi berangkat" jawab Yunita, Sutarmanpun pamit meninggalkan kediaman Yunita. Setelah Sutarman meninggalkan rumahnya, Yunita merasakan tenggorokannya perih, kemudian batuk - batuk, badannya terasa sakit semua di sertai panas yang begitu hebat, di pekarang samar - samar dia melihat ada sosok berbadan besar namun tidak jelas, kemudian ia periksa keluar dan ternyata sudah hilang. Sore hari Yunita pergi ke dokter dan memeriksakan keadannya, namun dokter tidak menemukan penyakit di tubuhnya, ia merasa heran karena doter tidak menemukan penyakit yang ada di tubuhnya. Dalam perjalan pulang Yunita bertemu Sutarman dan menceritakan penyakit yang dirasakannya. Kemudian Sutarman menyarankannya untuk pergi ke paranormal, "kamu ada kenalan paranormal?" Tanya Yunita, "ada bu, kalau mau bisa saya antar" jawab sutarman, "kalau begitu kita pergi besok bu" ucapnya lagi, kemudian saya meng iya kan tawaran Sutarman.

Sekitar jam 6.30 WIB Yunita dan Sutarman beserta istrinya berangkat keparanormal. Sesampainya di paranormal, kemudian Yunita di periksa, selesai di periksa paranormal tersebut bericara "seharusnya saya yang harus belajar dari anda", Yunita heran dengan pernyataan si paranormal. Tiba - tiba Yunita bantuk sambil mengeluarkan darah segar dari mulutnya, kemudian paranormal tersebut mengatakan "pejamkan mata anda, anda pasti sembuh" tegas paranormal, Yunita kemudian memejamkan mata mengikuti intruksi paranormal tersebut, kemudian ia sembuh seketika, ternyata paranormal tersebut mengajarinaya secara gaib dan Yunita sadar akan kemampuannya yang sekarang. Dia juga tahu siapa yang mengguna - gunanya. Yunita dan keluarga Sutarman pulang meninggalkan rumah paranormal tersebut dan Yunita berpesan kepada keluarga Sutarman untuk merahasiakan kemampuannya.

Setelah sholat isya kemudian Yunita duduk di ruangan tengah, tiba - tiba ada yang mengetuk pintu, "tumben malam - malam ada tamu" ungkap yunita dalam hati, Yunita pun membuka pintu dan ternyata pak rt, tiba - tiba saja pak rt sujud dan memita maaf, yunita pun menyuruh pak rt untuk berdiri dan mengajaknya masuk. Pak rt pun mengakui bahwa dirinya yang telah menguna - guna dirinya, Yunita pun memaafkannya, sebenarnya Yunita sudah mengetahuinya namun dia pura - pura tidak tahu. "bu saya minta tolong sembuhkan istri saya" ucap pak rt, Yunita pun menjawab "saya tidak bisa apa - apa", namun pak rt terus saja memaksa dan mengajaknya datang kerumahnya, terpaksa Yunita ikut ke rumah pak rt, dilihatnya istri pak rt sedang kejang - kejang, Yunitapun menghampiri dan mengusap wajah istri pak rt, setelah beberapa menit istri nya sembuh, "saya udah bawa kedokter kemana - mana tapi tetap tidak sembuh - sembuh" ungkap pak rt, "itu akibat kelakuan kamu" jawab Yunita, kemudian istri pak rt menangis dan meminta maaf atas kelakuan suaminya, Yunitapun memaafkannya. Dari balik tirai pintu Yunita melihat tuyul yang pernah di gendong pak rt pada waktu berpapasan saat akan pergi kepengajian. Kemudian Yunita menyuruh pak rt untuk tobat dan memulangkan tuyul ke tempat asalnya. 

Setalah kejadian itu Yunita jadi terkenal keseluruh desa sampai pada tingkat kabupaten, banyak orang yang meminta bantuannya untuk di sembuhkan, namun pada suatu hari Yunita kedatangan tamu lelaki yang sudah berumur, dia bukannya mau berobat malah menantang Yunita beradu kesaktian. Yunita tidak mau meladeninya dan menyuruhnya pulang, namun lelaki itu tidak mau pulang, malah mengancamnya mau menyantetnya, "silahkan anda pulang" ucap Yunita yang ke 3X nya sambil membentak, ahirnya lelaki itu pulang dengan marah. Malam hari pun tiba, Yunitapun bersiap - siap untuk menghadapi santet, jika apa yang di ucapkan lelaki tadi itu benar, waktu sudah menujukan jam 02.30 Wib, dari arah selatan terdengar suara bergemuruh, Yunita yakin itu santen yang dikirim kepadanya, kemudian Yunitapun membalikan kepada pemiliknya.

Setiap hari selalu saja ada yang meminta bantuannya untuk di sembuhkan, kadang - kadang harus menunggu giliran saking banyaknya yang berkunjung kerumahnya, lama - lama Yunita kewalahan, dan meminta bantuan Istri Sutarman, ahirnya Yunita membuka praktek pengobatan alternatif, dalam waktu singkat Yunita pun berubah menjadi orang kaya. Namun banyak yang iri padanya karena Yunita menjadi kaya raya. Setelah sekian lama dia membuka praktek alternatif dia mulai merasa capek, bukan cape mengobati orang namun capek mengahadapi santet yang di kirim langsung padanya ataupun dari orang yang sedang ia obati. Yunitapun berpikir untuk menutup prakteknya dan mengembalikan selendangnya.

Pada suatu waktu Yunita pergi ke goa dan menemui si kakek. Ia ingin mengembalikan selendang pemberian darinya, namun si kakek menolak, kemudian si kakek berkata "saya hanya menyampaikan amanah", ungkap si kakek. "lalu dari siapa selendang ini?" ungkapnya dalam hati. 

Pada suatu malam Yunita bertemu dengan seseorang, usianya 2 tahun lebih tua darinya, Yunita dan si lelaki itu menikah. Setelah menjalani pernikahan selama 2 tahun suami Yunita pergi ke luar daerah, karena ada sebuah urusan, suaminya bilang akan pergi selama 3 hari, namun sudah seminggu suaminya belum kunjung juga pulang, setelah malam menjelang kemudian Yunita menerawang mencari suaminya dan ternyata suaminya berselingkung dengan wanita lain, saat itu juga Yunita murka, dia bisa saja menyantetnya namun Yunita berpikir lagi dan mau memaafkannya jika pulang nanti. Ahirnya suaminya pulang setelah 2 minggu, Yunita menyambut seperti biasanya Yunita pura - pura tidak tahu apa yang telah di perbuat suaminya. Saat malam hari Yunita dan suaminya bersantai di sofa sambil nonton tv, Yunita memancing agar suaminya mengakui bahwa dia telah berselingkuh, perdebatan panjang pun terjadi, Yunita kemudian menggambil selendang pemberian kakek, kemudian Yunita menanyakan lagi, lalu berkata "jika kamu tetap berbohong maka sendang ini akan mencekik mu" kemudian Yunita meyimpan selendangnya di atas meja dihadapan suaminya, tiba - tiba selendangnya menyerang suaminya dan membelit lehernya, Yunitapun kaget karena Yunita tidak meminta selendangnya menyerang suaminya, Yunita menyuruh selendangnya untuk melepaskan lilitan di leher suaminya, namun selendangnya tetap tidak mau melepaskannya malah lilitannya semakin keras, yunita berusaha menarik selendangnya namun Yunitapun tidak sanggup melepaskan lilitanya, suaminya hampir kehabisan napas, namun tetap saja lilitannya tidak lepas, sampai ahirnya suaminya meninggal kehabisan napas, dan lilitannya pun ahirnya lepas dengan sendirinya, Yunita menangis, karena tujuannya hanya untuk menakutinya saja, namun semua di luar dugaan.

Yunitapun di bawa ke kantor polisi dan harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya, walaupun sebenarnya bukan Yunita yang melakukannya.

Part sebelumnya
WANITA PENGHUNI HUTAN ANGKER DAN SELENDANGNYA #PART1


Related Posts

Post a Comment

Follow by Email