Perjalanan ke Rancah Ketemu Pocong

Post a Comment
Udara begitu sangat dingin dan di luar sedang hujan gerimis, Deni sambil berdiri di pintu melihat ke halaman, di ambilnya sebatang roko kemudian ia hisap dangan penuh rasa nikmat, "Den, gimana nih hujan nya belum reda juga", tanya Apid dari dalam rumah, "Deni berencana akan pergi ke Rancah menemui saudaranya dan meminta Apid mengantarnya", Apid adalah sahabat Deni dan rumahnya berdekatan. "Iya, gimaya ya?", balas Deni bingung, "kalau nunggu hujan berhenti, nanti keburu malam", ucap Apid, Deni bingung karena tidak memiliki jas hujan, "apakah maksain aja Pid?", tanya Deni, "iya, gpp hujan dikit inih", balas Apid, Denipun mengeluarkan motor kesayangan nya. Kemudian memanaskan motornya karena dari pagi ga di pake jadi harus di panaskan dulu. Namun tiba - tiba Deni merasa ada yang menganjalkan di hatinya. "Pid, besok aja ya ke Rancahnya", ucap deni, "kenapa emang?", balas Apid sambil bertanya, "ga apa-apa", balas deni dengan nada ragu, "kalau ga apa - apa kenapa ga sekarang aja, besok ada perlu", ungkap Apid, "ya udah kita berangakat sekarang", ucap Deni, sambil melangkah menuju motornya, Deni dan Apid pun berangkat walau dalam keadaan hujan gerimis.
Ilustrasi Image by Schmidsi from Pixabay

"Kenapa kamu gemetaran?" tanya Apid, "dingin Pid", balas Deni, sambil mengendarai motor, setelah sekitar 30 menit, Deni dan Apid sudah memasuki Rancah, sebentar lagi sampe. Ketika mendekati pemakamam dekat sebuah bes, Deni semakin melambatkan motornya, "kenapa motornya di pelanin Den?", tanya apid, Deni tidak menjawab, dari kejauhan Deni melihat banyangan putih, namun deni diam saja, Deni takut itu begal, Denipun terus melajukan motornya dan menyalakan lampu jauh, Setelah mendekat tenyata pocong, "pocooongg" teriak Deni dan Apid bersamaan, pocongnya bergerak melayang, mengikuti arah tujuannya, Deni Menarik gas sekencangnya namun motornya seperti membawa beban begitu berat, "gasss Dennn...", teriak Apid, karena saking takutnya Apid memeluk deni dengan erat, "kenapa kamu meluk Pid?, seperti wanita aja", ucap Deni, sebetunya Deni juga takut setengah mati, Deni hanya mengalihkan perhatian saja agar tidak terlalu takut, keringan dingin mulai keluar dari seluruh tubuh, Deni sambil komat - kamit berdoa sebisa - bisa, pocongnya semakin mendekat, "tìddddd", klakson mobil dari belakang dan motorpun kembali normal, Deni pun melanjutkan perjalanan dan tancap gas, setelah sampai di rumah, meraka berlarian memasuki rumah dan merebahkan di kursi sambil menghela napas, tiba - tiba mereka menjadi sakit, badanya menggigil seperti kedinginan namun suhu badannya meningkat, "kenapa kalian? Tubuh kalian juga panas?", tanya saudaranya sambil memegang kepala Deni, "ya mang tadi ketemu pocong", balas Deni, kemudian saudaranya meminta pertolongan sesorang untuk mengobati Deni dan Apid, merekapun di kasih air, setelah beberapa lama kemudian mereka sembuh, dan ahirnya mereka menginap di rumah saudaranya karena mereka takut pulang.


Sumber : Deni Walet


Related Posts

Post a Comment

Follow by Email