Cinta yang Malang

Post a Comment
Ini adalah kiriman dari seseorang yang tidak mau di sebutkan namanya. Ini adalah sebuah kisah cinta seorang pemuda.

Sebut saja David
Diusianya yang menginjak 22th David mencintai seorang wanita yang bernama Siti (nama samaran) berusia 20th, Siti tinggal di desa yang sama dan rumah nya tidak berjauhan, sekitar 3km, kemudian ia melakukan pendekatan selama 2th. David tidak berani mengungkapkan isi hatinya karena takut di tolak dan David merasa rendah diri karena Siti seorang mahasiswi.

Cerita berawal sekitar tahun 1980, pada waktu itu David dan teman - temannya bermain ke rumah Siti, namun pada waktu itu David belum memiliki rasa kepada Siti, saat Siti sedang menyediakan makanan, minuman dan setiap kali Siti di ajak bicara selalu merespon dengan cepat, David merasakan sesuatu yang aneh di hatinya dan merasakan ada yang berbeda dengan Siti, setelah pulang kerumah David jadi teringat terus sama Siti dan selalu terbayang - bayang wajahnya, "apakah ini cinta", ucap David dalam hati, David senyum - senyum sendiri, dia merasakan sebuah kebahagiaan.

Setiap ada kesempatan David selalu mencuri - curi pandang kepada Siti walaupun dari jarak jauh, biasanya kalau ada kegitan / acara di Desa itu adalah kesempatan David untuk melihat Siti dari jarak jauh, walaupun dari jarak jauh namun itu adalah pengobat rasa rindunya. Namun lama - lama David mulai geram dengan dirinya yang tidak ada keberanian.

Pada suatu malam David nekad main kerumah Siti sekitar jam 10 malam, "sebetulnya David sadar jam 10 malam adalah waktunya istirahat, namun David hanya ingin tahu gimana reaksi Siti", ternyata Siti membukakan pintu, "selamat malam", ucap David kemudian David pulang lagi, Siti tidak sempat membalas ucapan David, dan Siti hanya bisa melongo dan sedikit mengangkat tangannya, seperti hendak memanggil David, Siti heran dengan tingkah David, yang hanya datang sepintas dan mengucapkan selamat malam.

Dilain waktu David menceritakan perasaannya kepada temannya, bahwa ia selalu teringat dengan Siti, temannya bernama (Dudung), Dudung menyuruh nya menyatakan cinta kepada Siti, namun David ga berani karena Siti seorang mahasiswi.

Malam berikutnya David dan Dudung main ke rumah Siti, mereka berbincang kesana kemari, selaknya teman, namun tiba - tiba, "Siti, David mencintai mu", ucap Dudung dengan keras, "engga ah bohong Sit, Dudung bohong", Balas David, "Kalau beneran juga ga apa - apa", Siti nimpalin membuat David kaget, sebetulnya David takut Siti marah dengan perkataan Dudung namun ternyata di luar dugaan, "hmm.. kalau beneran, mau di terima?", ucap David, "emmm...  ya ya ya boleh", balas Siti sambil tersipu malu, "hahahaha", kemudian mereka bertiga ketawa bersamaan, "ayo sekarang salaman sebagai tanda jadian, saya sebagai saksinya", ucap Dudung, kemudian David dan Siti berjabat tangan sebagai tanda mereka jadian (berpacaran). Walaupun dengan cara yang tidak di sengaja ahirnya David bisa menjadi pacar Siti.

Setelah berpacaran selama setahun David mengajak Siti untuk menikah, Sitipun menyetujui ajakan David untuk menikah, mereka berencana akan menikah 2 bulan kedepan. Kemudian David menceritakan kepada pamannya bahwa ia akan meminang Siti, namun pamannya melarangnya karena Siti di anggap levelnya lebih tinggi dari David.

Setelah berselang seminggu, "udah kamu jangan cari yang jauh - jauh, itu di rumah ada keponakan paman" ucap paman, (paman disini bukan saudara namun David memanggilnya paman dia adalah bosnya David dimana David bekerja),  "saya udah mengganggapnya adik", balas David, "biar Paman dan Bibi  bisa bantu kamu dan usaha paman biar kamu yang pegang", ucap pamannya lagi, Keponakan paman bernama Sopi (nama samaran)

Pada suatu waktu David sedang pergi ke luar daerah, tanpa di sadarinya buku saku nya jatuh, kemudian di temukan oleh Sopi, namun di buku saku itu ada no telepon rumah Siti, kemudian Sopi menelpon Siti dan mengatakan bahwa David sudah di jodohkan dengan dirinya (Sopi) dan sebentar lagi akan meikah, dan juga menyuruh Siti jangan menggagu David lagi.

Di hari berikutnya Siti meminta David pulang, namun David pulang 2 minggu kemudian, setelah bertemu Siti marah - marah, "ternyata kamu sudah punya calon?", ucap Siti sambil menangis, "kenapa kamu bilang begitu?", balas David dengan keheranan, "Sopi menelpon dan bilang kamu sudah di jodohlan dengan dirinya (Sopi) dan sebentar lagi kamu akan menikah", balas Siti "Nanti saya tanyakan dulu ke Sopi, kamu jangan marah - marah dulu, ini berita bohong!", balas David dengan tegas, kemudian David ijin pulang dan pergi kerumah pamannya.

Setelah sampai di rumah Pamannya namun Sopi tidak ada, hanya ada pamannya, "paman Sopi mana?", tanya David dengan muka memerah karena manahan amarah, "lagi keluar, emang ada apa?", balas pamannya kembali, "Kenapa Sopi berani nelpon ke Siti dan bilang bahwa sebentar lagi mau nikah?", balas David, "emang iya kamu dan Sopi akan menikah 2 minggu lagi, undangan sudah di sebar keseluruh desa pada waktu kamu di luar daerah, jika kamu menolak, kamu akan memalukan keluargamu sendiri", balas pamannya sambil meninggalkannya pergi. Disitu David merasa bimbang dan bingung harus gimana. 

2 minggu kemudian David dan Sopi melangsungkan pernikahan, dan merka di karunia 2 orang anak, satu permpuan dan laki - laki. Pernikahan merkapun langgeng sampai sekarang.

David sebetulnya sampai sekarang menyesali dengan apa yang telah terjadi namun semua di luar kehendaknya.

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email