Kisah Perjuangan Ayah di Hari Senin

Post a Comment
Dikala orang - orang masih lelap tertidur ia bangun jam 03.00 WIB dini hari, "karena harus berangkat kerja, dan harus menjemput atasannya sebelum ketempat kerja" ditambah dinginnya udara yang sangat menusuk ke tulang-tulang. Namun sebagai seorang ayah mencari nafkah adalah suatu kewajiban, walaupun penuh dengan pengorbanan.
Pada suatu pagi, "pukul 03.00 WIB", ketika ia hendak menjemput atasannya namun hujan turun begitu deras ia terpaksa berangkat ke rumah atasannya menÄ£unakan sepeda motor tanpa menghunakan jas hujan, "rumah ia dan atasannya sekitar 30km", sesampainya ke tempat atasan dengan baju yang basah kuyup, serta dinginnya udara dan air hujan yang membuatnya menggigil kedinginan, kemudian ia memita ijin berganti baju dan melaksanakan kewajiban sholat subuh, selesai sholat ia dan atasannya berangkat menuju tempat kerja menggunakan mobil atasannya, dengan jarak tempuh sekitar 97km dengan waktu 2,5 jam dengan kecepatan sedang, dalam perjalanan pikirannya selalu melayang teringat kepada anak dan istri di rumah, ketika ia hendak pergi ia selalu memandangi wajah putrinya yang sedang tertidur lelap, iapun selalu mengingat ucapan putrinya ketika malam hari sebelum putrinya tidur ,"hati2 ya Pahh... dengan wajah yang berkaca - kaca karena setiap ia berangkat selalu di pagi hari", putrinya tidak pernah melihatnya berangkat, dan juga ketika putrinya bilang "pahhh jangan tinggalin neneng lagi tidur, pengen peluk papah.... ", kata - kata itu selalu menjadi sedih dan selalu terngiang di telinga, di saat mengemudi ia sempat berhenti karena ngantuk berat dan ia menghentikan mobilnya di SPBU, baru saja ia berhenti paling sekitar 5 - 15 menit namun atasannya meminta cepat berangkat kembali karena takut kesiangan masuk kerja, disitu kadang ia ingin teriak dan menangis, namun apalah daya, setelah sesampainya di tempat kerja, ia langsung mengerjakan pekerjaan seperti biasa namun kadang kala ia ketiduran dan bahkan tertidur lelap. Adakalanya teman sekantor ada yang mengomel, "kamu mau kerja apa mau tidur?", temannya tidak tahu betapa beratnya pengorbanan ia untuk membawa atasannya setiap hari senin pagi dari rumah ke tempat kerja, kegiatan ia setiap hari senin seperti itu dan ketika  waktu pulang ke rumah jumat sore kadang - kadang datang ke rumah sekitar jam 9 malam, "ia berada di tempat kerja (ngekos) dari senin dan pulang kerumah jumat sore", disaat ia pulang malam, putrinya sudah tertidur, "miiiihhhh papah kapan pulang kapan pulang neneng kangen papahh.....", ucap istrinya, anaknya selalu menanyakannya, hati ayah mana yang kuat mendengar perkataan anak yang selalu menanyakan ayah nya.......

Sekian dulu ceritanya ini sebuah kisah nyata perjuangan seorang ayah, semoga si ayah di tinggikan derajatnya dan karirnya membaik. Amiin....



Sumber : Toing

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email