Ayeuh Ngora (Mati Muda)

Post a Comment
Mang Iding 55th, Warga Desa Dayeuhluhur Kec. Jatinagara - Ciamis. Menceritakan bahwa pada saat di usianya yang masih muda sekitar usia 22th.

Pada waktu itu mang Iding mendapat kabar duka bahwa adik iparnya semninggal dunia di usianya yang masih muda, yang bertempat tinggal di Bekasi. Mang Iding beserta keluarga pergi melayat adik ipar nya yang berada di bekasi.

Ilustrasi
Sesampainya di sana adik iparnya sudah di makamkan, hanya ada keluarga dan para tetangga yang sedang mengaji. Pada saat pengajian ada seorang anak muda usianya sekitar 37th, bertubuh hitam, berambut panjang bergelombang dan tingginya sekitae 165cm, lelaki itu sedang mengaji namun tiba - tiba menghentikan ngajinya dan memanggil mang Iding, "kemudian dia menceritakan semua sislsilah keluarganya sampai detail, dari mana asal ibunya dll, pokonya dia tahu semuanya tentang keluarga mang Iding", sontak saja membuat mang Iding kaget karena mang Iding tidak mengenal lelaki itu, kemudian mang Iding bertanya, "kenapa keluarga kami, banyak yang mati muda (Ayeuh Ngora : Bahasa Sunda)?", "itu karena kesalahan leluhurmu, karena ketika membuat pasaran (keranda mayat) khusus buat keluarga", balas lelaki itu, "trus harus bagaimana agar tidak berlanjut", tanya mang Iding, kemudian lelaki itu memberi petunjuk dan perintah untuk melakukan sesuatu hal. Kemudian lelaki itu meminta segelas kopi hitam, mang Iding pun pergi ke dapur dan membuatkan kopi hitam, namun ketika mang iding membawa segelas kopi untuknya, dia sudah tidak ada. "Kemana orang tersebut?", ucap mang iding dalam hati. 

Setelah seminggu di Bekasi mang Iding pulang kampung, dan pergi ke makam pagandek untuk membersihkan makam, namun orang tersebut sedang berada di makam pagandek, mang Idingpun heran kenapa dia berada di sini, kemudian dia menanyakan "kenapa ada di Desa Dayeuhluhur", "sedang menemui saudara", balasnya sambil menyebutkan nama seseorang. Sebenarnya mang Iding curiga karena di Desa Dayeuhluhur seingat mang Iding tidak ada nama itu, saat mang Iding sedang membalikan badan dan membelakangi orang tersebut namun pada saat berbalik lagi orang tersebut sudah tidak ada.

Agar tidak berlanjut ke generasi selanjutnya mang Iding pun menjalankan perintah orang tersebut. "Wallohu A'lam Bisowab".

Sumber : Mang Iding (RW 01 Dusun Desa)

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email