Tersesat di Sawah

Post a Comment
Pada awal menganal Sally, saya jarang pergi ke sawah, karena mau apa coba? Sawah saya tidak punya, jadi mau ngapain ke sawah, hehehe. Hingga pada suatu waktu saya berjumpa dengan Sally dan saya harus melewati pematang sawah untuk sampai ke rumahnya, entah sudah berapa kali saya melewati sawah, sudah tidak terhitung lagi.

Yang selalu teringat adalah ketika saya sedang berjalan di pematang sawah menuju rumahnya dan terjatuh nyungseb kesawah, semua badan penuh dengan lumpur dan basah, terpaksa balik lagi dan ganti baju, mana waktu udah jam 8 malam. Kebayangkan gimana malunya saya, ketika bertemu orang - orang dengan badan penuh lumpur dan basah, malu brooo.

Setelah ganti baju saya kembali dengan semangat baru, saya putuskan tidak melewati pematang sawah yang tadi, akan mencari pematang sawah yang agak lebar dan kering.

Beberapa lama berjalan, mungkin sekitar 200 atau 300 meter, belum juga menemukan pematang sawah yang agak lebar dan kering, "aneh", ucap dalam hati, dan tiba - tiba sudah berada di ujung sawah dan di dapannya sebuah tebing, "perasaan gak pernah lihat tebing ini", biasanya di sawah tidak terlalu gelap, tapi kali ini gelap gulita dan saya hanya menggunakan penerangan dari handphone. Karena terhalang tebing saya balik lagi kejalan yang tadi dilewati, setalah berbalik arah dan berjalan agak jauh, namun saya merasa ini bukan jalan yang di lewati tadi, saya terus saja berjalan dan fokus melihat jalan, mungkin sekitar berjalan 500 meter ketemu lagi tebing, heran kenapa ketemu lagi tebing, "jantung berdekup kencang dan pikiran mulai agak parno", kemudian saya berjalan di pinggiran tebing, namun setelah sekian jauh berjalan, tidak juga menemukan ujung tebing, ataupun ujung sawah, jadi heran dan mulai takut.

Cerita misteri, kuntilanak, pocong, genderewo
Ilustrasi

Setelah di perhatikan baik - baik sekeliling, walaupun gelap dan menggunakan penerangan dari hp, saya tahu betul sawah yang biasa di lewati, tetapi sawah ini berbeda dengan sawah yang biasa di lewati dan tidak tahu arah mana yang harus di ambil karena semua berbeda dari biasanya, saya usahakan tetap tenang dan berpikir positif, "ini karena gelap jadi semuanya terlihat berbeda", ucap dalam hati, 

Saya terus saja berjalan di sepanjang pinggir tebing, keringat sudah mulai bercucuran dan badan terasa mulai lelah, terlihat ada sebuah gubuk, setelah sampai di gubuk tersebut, kemudian duduk di depan gubuk sambil istirahat, hp berbunyi memberi peringatan, batre tersisa 15% lagi. Ini membuat agak panik karena hp ini satu - satunya alat penerangan. Kemudian saya masuk ke gubuk tersebut, Setelah beberapa lama di dalam gubuk hp mati, dan semua menjadi sangat gelap.

Di dalam gubuk sambil merebahkan tubuh, tiba - tiba terdengar suara angin agak besar, dan ada suara wanita tertawa sangat panjang, "hihihihihihihi", seketika bulu kuduk berdiri dan pikirian terbayang kuntilanak seperti di film - film, wajah ancur, berambut panjang, berbaju putih dan punggung bolong dipenuhi dengan ulat.

Setalah suara wanita itu hilang kemudian gubuk banyak yang mengetuk - ngetuk (memukul - mukul) dari berbagai arah, "siapa yang di luar?", saya jadi mengira - ngira siapakah yang di luar, apakah kuntilanak yang ketawa tadi, ataukah pocong, genderewo, dan - lain, saya sudah tidak dapat berpikir dengan jernih yang ada di pikiran hanya terbayang mahluk halus. Setelah itu ada goncangan yang besar, mau keluar tapi takut dengan suara yang ketawa tadi, saya memberanikan diri keluar karena gubuk takut rubuh, namun di luar tidak merasakan goncangan, kemudian masuk lagi ke gubuk tersebut, goncangan itu datang lagi, hingga beberapa kali keluar masuk gubuk, dan goncangan yang terakhir diam saja di gubuk dan goncangan itu pun hilang dengan sendirinya. Sebenarnya saya sangat takut, namun tidak bisa apa - apa, dan saya juga mengira goncangan itu adalah gempa, namun anehnya goncangan itu terasa hanya di dalam saja.

Mungkin saking lelah dan takut yang kelewat takut saya menjadi pasrah, apapun yang akan terjadi saya sudah siap. Hingga ahirnya saya ketiduran.

"Bangun - bangun", ucap seorang terdengar samar - samar, saya pun bangun ternyata, seorang lelaki yang agak tua, membawa sebuah cangkul, sepertinya akan berangkat ke sawah, "kenapa kamu tidur di sisni?", tanya lelaki itu, kemudian lihat sekeliling, ternyata saya berada di sebuah pemakaman di pinggir sawah, yang menuju ke arah rumah Sally. Seketika itu saya ingat kejadian semalam, bulu kuduk jadi berdiri. 

Related Posts

Post a Comment

Follow by Email